SULIADI

admin utama 14 Sep 2018 biografi

Meski tak mempunyai latar belakang dari politik, namun tak menyurutkan minat Suliadi untuk terus berkecimpung di dunia politik. Kesepahamannya dengan ideologi partai demokrasi indonesia (PDI) pada jaman orde baru, yang lebih partai e wong cilik membuatnya jatuh hati untuk terus ikut berjuang bersama PDI Perjuangan, dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Mengawali perjalanan politik sebagai pengurus Desa Bulukerto, pria warga Desa Oro-oro Ombo ini tak mengenal lelah berbuat dan mendedikasikan dirinya demi nama besar PDI Perjuangan. Besarnya loyalitas inilah, yang menghantarkan Suliadi menjadi ketua DPC PDI perjuangan Kota Batu selama dua priode (2002-2005,2005-2010).

“Meski saat itu memiliki kesempatan besar untuk menjadi calon legislatif, namun saya lebih memilih berkonsentrasi untuk membesarkan partai, karena memang saat itu banyak yang belum siap untuk memegang partai.”terangnya.

Memegang teguh prinsip mengutamakan komunikasi, musyawarah untuk mufakat membuat pria warga Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu, mampu merangkul semua lapisan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Batu. Hasilnya, dua priode sejak berdirinya Kota Batu secara definitif, kepala daerah atau walikota batu, seluruhnya merupakan kader PDI Perjuangan. Tak hanya itu, perolehan suara di pemilihan legislatif tahun 2004, dan 2009 juga menempatkan partai banteng moncong putih ini sebagai salah satu partai peraih suara terbanyak di Kota Batu.

Menjelang akhir masa kepemimpinannya di partai, desakan dari simpatisan dan kader PDI Perjuangan semakin kuat, agar mau mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Batu.

“Sebenarnya tak ada keniatan sedikit pun dalam diri saya untuk menjadi anggota, apalagi menjadi ketua DPRD Kota Batu. Saya sudah sangat puas, dengan terpilihnya kader PDI Perjuangan sebagai Walikota Batu dua priode, dan jumlah kursi DPRD yang masih lebih banyak dari partai lain” terangnya.

Selama menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Batu priode 2009-2014, Suliadi tetap mengedepankan rasa persaudaraan, musyawarah untuk mufakat dalam berbagai persoalan. Meski terkesan kurang tegas dalam mengambil kebijakan, namun keutuhan dan persaudaraan di antara 25 anggota DPRD tetap terjaga, sehingga kinerja menjalankan tiga fungsi pokok lembaga legislatif dapat berjalan baik.

Keterpilihannya kembali menjadi anggota DPRD Kota Batu priode 2014-2019, mungkin menjadi perjalanan politik terakhir baginya. Karena itu, ia akan menerima segala keputusan partai dengan lapang dada, dimana pun ia di tempatkan dalam alat kelengkapan DPRD, untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Kota Batu.(agropolitannews)

 

Foto:http://suaraindonesia-news.com


  • biografi

Terkini