AGAMAKU: CINTA

admin utama 14 Sep 2018 opini

Bosan dengan pertengkaran dan konflik, Ibnu 'Araby seorang sufi mashur itu menyatakan diri menganut agama cinta dan kasih. "Kemanapun onta-onta cinta itu berangkat .. ke sana jugalah agama dan imanku lekat", katanya ringkas.

Pernyataan Ibnu Araby tidak spontan, tapi lahir dari rasa bosan, karena selisih dan konflik lama yang tak berujung, pun dengan kekerasan dan teror yang mengatas namakan iman, pengikut agama layaknya para Paderi, sekumpulan pasukan berani mati tanpa rasa takut.

Islam seperti kehilangan kata untuk menyatukan, bahkan konflik terus meruak. Permusuhan dan kebencian atas nama iman terus membara. Setiap hari, setiap saat dengan materi konflik dan selisih yang terus memburu. Mulai dari soal ushali, qunut subuh, khilafah, ideologi politik hingga sertifikasi ulama. Umat Islam terus saling merendahkan hanya karena pilihan politik berbeda.

*^^*
Pada suatu malam ketika Ibrahim bin Adham Raja Balkh yang masyhur karena luas kekuasaanya, tertidur di kamar istananya, langit-langit kamar berderak-derik seolah-olah ada seseorang yang sedang berjalan di atas atap. Ibrahim terjaga dan berseru: “Siapakah itu?”

“Seorang sahabat”,' terdengar sebuah sahutan, “untaku hilang dan aku sedang mencarinya di atas atap ini .

“Goblok, engkau hendak mencari unta di atas atap?”, seru Ibrahim.

“Hai manusia! Siapa yang goblok? Kau atau aku ? Engkau benar-benar manusia yang lalai”, suara itu menjawab, “Apakah engkau hendak mencari Allah dengan berpakaian sutera dan tidur di atas ranjang emas?”.

*^^*
Kita sedang mencari dan berebut jalan menuju surga dengan cara yang kita imani. Semua agama menawarkan jalan yang tepat dan efisien. Dan berharap kita selamat hingga finis terakhir. Ini memang soal iman bukan sekedar cara cepat menuju suatu kota yang bisa di tuju dengan berbagai jalan. Sebab masing-masing pengguna jalan bakal merasa hanya jalan yang ditempuhnya yang paling benar lantas menyalahkan siapapun yang berbeda jalan.

Menuju surga bisa dengan cara apapun. Dan Ibnu Araby menawarkan jalan cinta, kelembutan dan kasih tanpa memandang siapa. Ibnu Araby tidak sendiri ada banyak yang lain meski meraihnya juga tak gampang. Menuju surga tak harus dengan membunuh sesama teman seiman atau memburai isi perut dengan bubuk mesiu dan bau anyir darah sebagai pewangi. Untuk mendapat satu kapling di Surga, kenapa memilih jalan dengan membenci dan membunuh.

Sebagian diantara kita lupa bahwa amal tidak serta merta menjadi sebab dimasukkan-nya seseorang ke dalam surga. Sebab Allah punya cara dan prerogratif untuk memasukan seseorang ke dalam surga tanpa harus musyawarah apalagi dengan sebab amal yang kita bawa. Jadi jangan pernah me-Nuhan-kan amal. Allah memasukkan kita ke dalam surga lebih disebabkan karena karunia dan rahmat-Nya. Itulah cinta-Nya...

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar


  • opini

Terkini