AKU ADUKAN KALIAN PADA TUHANKU

admin utama 07 Aug 2017 opini

Remaja Palestina, putus asa, kesal, marah, bercampur takut dan entah apalagi. Di puncak keputus-asa-an tidak punya teman atau siapapun. Dia tak punya pembela bahkan sekedar teman untuk curhat. Dia sendirian ditengah suara desing peluru. Asap mesiu, dan debu bekas kaki yang ketakutan. Darah bercecer. Bau anyir menyengat amis. Lengking suara tangis bayi yang ditinggal mati ibunya.

"Aku adukan kalian pada Tuhanku". 
Sambil menutup wajahnya. Air matanya mengering. Dadanya sesak. Semangatnya mulai susut. Tuhan bukan aku tak percaya pada janji pertolongan-Mu. Tapi ini terlalu lama. Aku tak punya siapa pun.

***
Siapa "kalian" yang akan diadukan pada Tuhan itu. Yahudi kataku ringan. Bukan jawab anakku menampik. Tapi "Kita" katanya tangkas. Kita yang membiarkan dia sendirian. Kita yang hanya bisa ribut. Kita yang hanya bisa mengutuk sambil minum kopi di kafe. Kita yang hanya bisa membuat selembar pernyataan sikap yang dibubuh tanda tangan cap stempel. Kita yang hanya berbuih kata. Kita yang hanya sibuk mencari hujjah dan dalil. Wajahku memerah kupingku panas. Kenapa menjadi aku ?

Kalian itu adalah kita yang suka kopas dan share gambar-gambar penderitaan kami tanpa rasa empati,

Kalian itu adalah: Para pangeran yang tak juga terketuk hatinya. Para raja dan pembesar negara yang punya senjata modern dan uang berlimpah tapi tak juga datang berkabar. Para jendral perang yang hanya sibuk latihan tiap hari tapi takut mati. Para politisi dan diplomat juru runding yang hanya pandai berkelit. Para ekonom dan kapitalis yang pelit. Kalian itu adalah yang sibuk mencari kambing hitam: Yahudi, Amerika, Prancis atau siapapun yang penting sudah dapat sesuatu untuk dipersalahkan .. itu adalah kalian ... dan kita yang dimaksud.

Kita itu: saya dan aku. Yang tak berdoa untuk mereka. Yang tak punya empati atau sekedar rasa. Mereka butuh kita melakukan sesuatu. Mereka butuh tangan kita untuk menggenggam rapat. Untuk memeluk remaja yang ditinggal mati ibunya, yang kehilangan ayahnya. Palestina tempat saudara kita yang terus dililit susah, yang ditindas. Dizalimi dan dirampas haknya. Direndahkan humanitasnya. Kita yang dibutuhkan. Bukan doa qunut nazilah atau istighotsah. Tapi kita !

Kita akan diadukan pada Tuhan. Kita akan ditanya dihadapan Tuhan. Kita akan ditagih memberi kesaksian, kenapa tak hadir, kenapa tak ada saat saudara kita membutuhkan. Dan ribuan kenapa lainnya ...

***
Bukankah kita sudah mengaku satu tubuh. Satu iman. Satu darah. Tapi kenapa .. kita dimana saat darah satu iman mengalir .. Saat air mata tumpah dan mengering. Kita dimana, melakukan apa .. bahkan saya hanya bisa bilang tak kuasa .. lalu apa cukup jawaban itu saat kita dihadapkan pada pengadilan Tuhan di Padhang Makhsyar kelak ?

Aku tak punya jawaban. Aku pasrah. Aku menyerah .. aku tak pantas menatap wajah saudara kita dari Palestina saat mereka bertanya: "Dimana engkau akhyyy ... ?

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar


  • http://kompaspost.blogspot.co.id/2014/07/yordania-larang-israel-serang-masjid-al.html

Terkini