My Teacher’s My Friend

admin utama 06 Dec 2018 opini

CURHAT kok dengan guru? why not! Ketika kalian tak punya sahabat yang bisa dipercaya atau sulit terbuka dengan orang tua, kalian bisa lho cerita dengan guru! Punya guru yang bisa jadi sahabat menurut GenZier dari SMAN 9 Malang Putri Amalia Sofie menyenangkan lho gengs! Ia berpendapat, guru bukan hanya berperan sebagai pendidik, melainkan juga bisa sebagai teman, keluarga maupun sahabat.
“Terkadang emang ada siswa yang nggak bisa terbuka dengan keluarganya sendiri, tapi justru dengan orang lain. Dari pada cerita dengan orang yang salah, alangkah baiknya jika bisa bercerita dengan leluasa bersama guru. Itu yang menurutku masih jarang ditemui,” sambung siswa kelas 12 tersebut.
Selain itu, menurut Putri, guru yang saat ini menjadi idaman adalah yang mau dan mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman dan nggak selalu membandingkan dengan zaman dulu.
“Mau nggak mau, HP sekarang sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, jadi itu bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran. Jangan dibandingkan dengan zaman dulu karena emang dulu belum ada HP,” jelas siswa SMAN 9 Malang.
GenZier lainnya yang juga mengutarakan model guru idamannya adalah Sesillia Beta Widyana. Menurutnya peran guru sebagai teman juga sangat dibutuhkan oleh anak zaman now untuk bisa berbagi cerita dan keluh kesah.

 

“Guru idaman itu yang jiwanya sepadan dan sejalan dengan gaya pemikiran anak muda. Pastinya juga bisa diajak ngobrol tentang kehidupan pribadi di luar jam sekolah. Juga yang paham akan pergaulan remaja saat ini,” beber siswa SMAK Frateran Malang ini.
Selain itu, guru zaman now ini harus bisa melihat potensi setiap siswanya dan nggak memandang sama rata.
“Nggak semua yang baik zaman dulu itu juga baik sekarang, termasuk mindset bahwa anak pintar hanya dilihat dari nilai. Aku tertarik jika pendidikan di Indonesia suatu saat bisa kayak negara maju seperti Jepang yang gurunya bisa mengapresiasi setiap kemampuan siswanya dan nggak hanya fokus pada akademik saja,” beber siswa SMAN Frateran Malang ini.
Guru idaman memang seyogyanya bisa dipenuhi agar siswanya juga bisa belajar dengan nyaman, sehingga goal dari pembelajaran bisa tercapai. Lebih lanjut lagi Sesil juga mengatakan bahwa pemberian hukuman kepada siswa juga sepantasnya disesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Seperti hukuman menulis itu menurutku sudah nggak cocok diterapkan, karena siswa sudah acuh dengan hal tersebut. Mungkin ada hukuman lain yang bisa memberikan efek jera tetapi juga ada dampak positifnya gitu,” pungkasnya kepada GenZi. (*/oci)

 

Sumber diambil dari: https://www.malang-post.com/perempuan/genzi/my-teacher-s-my-friend 

 


  • Teacher is friend

Terkini