SABAR NERIMO SENAJAN PAS-PASAN

admin utama 24 Aug 2017 opini

Di era globalisasi, banyak memunculkan persoalan yang semakin kompleks karena tuntutan zaman, kalau saya cermati orang semakin bersifat ego, materealitis,dan ingin serba instans banyak yang beranggapan definisi dari kebahagiaan adalah banyaknya harta, rumah dimana2, mobil bermerk, istri cantik lagi, bisnisnya berkembang,terus menuju puncak, infestasi dimana2 dan didukung dengan jabatan yang tinggi.

itu semua ternyata SEMU, yo opo carane cek ora semu??? Yang punya jabatan bagaimana jabatan itu bisa bermanfaat pada sesama, yang kaya mau bersosial dan berbagi pafa sesama,yang pinter mau memikirkan dan urun rembuk seng apik,yang punya istri didik dan motifasi untuk belajar dan mendalami agama Terus tak rasakno....


Ternyata pada hakikatnya kebahagiaan itu ada didalam hati, orang akan bisa bahagia kalau hatinya bisa sambung kepada alloh dengan cara berdzikir, orang yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh sang kholiq apapun profesi kita kalau kita bersukur mau lihat ke bawah jika masalah dunia, tapi nek akherat yo ayo lihat pak ustadz, yai ben ati adem ayo di tiru sholate benggi, posone.

Wong kabeh iku cuma titipan jare koncoku ngene "gusti wong dunyo kuwi cuma titipan, mbok yo,kulo dititipi ingkang katah gusti"Kita berdoa dan berharap pada alloh smg kita bisa sabar, qona"ah,nrimo ing pandum, sll bersyukur yang paling penting bisa khusnul qotimah.

Sudiono #Slamet Hidayah


  • opini

Terkini