Ancam Guna Membalik Nama Sertifikat Dengan Mengacungkan Sajam

Prisca 07 Nov 2018 sosial

Kabupaten Malang-Inilah Lestari alias R-I, 58 tahun warga Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang yang harus berurusan dengan Satreskrim Polsek Turen setelah melakukan pengancaman terhadap besannya sendiri.

Bahkan, hal itu hanya gara-gara sebidang tanah yang harganya sekitar 35 juta saja, dengan memaksa korban untuk menandatangani balik nama surat tanah yang tidak disetujui pihak korban. Pelaku yang kesal kemudian mengacung-acungkan senjata tajam jenis pancor ke arah korban saat memberi makan ayam dirumahnya sambil berteriak akan membunuh korbannya jika tidak mau tanda tangan.

Korban yang merasa terancam nyawanya, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Turen guna mendapatkan pengamanan, dan anggota Reskrim Polsek Turen segera mencari keberadaan pelaku dan menangkapnya. Bahkan, sebelumnya pelaku juga sempat melakukan penipuan dan atau penggelapan sepeda motor milik besannya juga, namun sebelum dilaporkan ke polisi barang tersebut sudah dikembalikan melalui anaknya yang menjadi menantu korban.

Menurut Iptu Hari Eko Utomo, Kanit Reskrim Polsek Turen mengatakan, “bahwa penangkapan pelaku atas dasar pengancaman yang diberikan kepada korbannya yang merupakan besan sendiri menggunakan sajam jenis pancor, lantaran tidak mau menandatangani balik nama surat tanah yang diinginkan pelaku, dengan kata-kata akan dibunuh jika tidak mau, sehingga melaporkan ke polsek turen dan meringkus pelaku bersama pancor yang dipakai.”

Kini, hubungan antar besan tersebut juga renggang gara-gara kasus tersebut dan pelaku dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yang mana ancaman hukumannya hingga maksimal 10 tahun kurungan penjara.

Huda Prastoto / Prisca ATV


  • #ancam #besan

Terkini