1.300 Penari Kolosal Meriahkan HUT RI

admin utama 17 Aug 2017 eksekutif

Kota Batu, Sebanyak 1.300 pelajar SD hingga SMA sederajat se-Kota Batu ikut menyemarakkan peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia, dengan mempersembahkan drama dan tari kolosal bertajuk Srikandi Senopati. Aksi ribuan pelajar ditampilkan usai upacara peringatan detik-detik proklamasi di Stadion Gelora Brantas Kota Batu, Kamis(17/7)

 

Drama dan tari kolosal dipersembahkan oleh 1.300 penari yang terdiri dari 1.200 pelajar dan 100 guru. Para pelajar berasal dari seluruh sekolah mulai SD/MI/ SMP/MTs, SMA/ MA dan Smk se-Kota Batu.

 

Drama dan tari kolosal ini menceritakan kisah tentang seorang wanita bernama Srikandi yang menjadi seorang Senopati dalam Perang Baratayudha dalam kisah pewayangan Mahabaratha.

 

Srikandi dikenal sebagai sosok yang cerdas, patrotik dan memiliki keberanian dalam memimpin. Sajian ini sendiri mengandung pesan tentang emansipasi wanita, kesetaraan dan kepemimpinan.

 

Winarto, selaku sutradara sekaligus penata tari menjelaskan kisah ini tepat untuk ditampilkan pada acara peringatan HUT RI ini karena Kota Batu bakal dipimpin oleh wali kota perempuan, yaitu Dewanti Rumpoko sebagai Wali Kota Batu terpilih dalam pilkada serentak yang berlangsung beberapa waktu lalu.

 

Drama dan tari kolosal ini sendiri baru pertama kalinya dipentaskan secara luas di luar ruangan. Sebelumnya, drama dan tari kolosal ini sudah pernah dipentaskan dalam format panggung di beberapa kota. 

 

Selain sosok Srikandi, beberapa tokoh yang muncul dalam pergelaran drama dan tari kolosal ini diantaranya Arjuna dan Dewi Amba.

 

Tak hanya menampilkan drama dan tari kolosal tentang Srikandi saja, pada kesempatan ini juga ditampilkan drama kolosal lainnya yang bertajuk Menyulam Merah Putih.

 

Drama kolosal ini menceritakan tentang perjuangan Rakyat Indonesia dalam menjaga keutuhan dan persatuan negaranya dari segala godaan dan ancaman yang disimbolkan dengan patung ogoh-ogoh.

 

Sajian ini dimaksudkan untuk mengajak semua masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dari ancaman disintegrasi yang akhir-akhir ini kian massif. (Hasan syamsuri)


  • eksekutif

Terkini